Skip to main content

Ini baru akan dimulai

Kereta senja sudah berjalan Goh,, melewati pematang dan kali yang penuh riak dan gemercik,, jingga langit mengantar kita berangkat menuju tujuan, sebentar lagi gelap sayang,, hanya pijar lampu penduduk yang akan menemani perjalanan kita malam ini, dan angin malam akan menghiasi ruang sempit dalam lapang pandang kita, tak apa; kita nikmati saja malam ini dengan imaginasi yang kita bangun yang kelak akan nyata dengan tekat yang kita miliki; tenang Goh.. esok kita akan melihat fajar menyingsing menyambut pagi dengan embun dan sejuknya udara dan tentunya dengan energi ganda yang akan kita himpun malam ini. aku memejamkan mata sejenak, mengeliminasi semua warna yang ada dalam pikiranku lalu aku berkata; "Tuhan; jadikan Goh Raja bagi dirinya, diriku, dan orang orang yang berada disekelilingnya, dan ijinkan aku untuk menjadi Ratu bagi dirinya yang siap mendampinginya sekalipun penuh dengan peluh, Tuhan; berikan kami Energi yang dapat menebarkan aura positif bagi diri kami dan orang orang yang berada yang ada disekeliling kami agar kelak kami dapat berbagi cinta lebih banyak kepada lebih banyak orang.”

Bersandarlah dipundakku sejenak melepas lelah, menyapu semua sampah yang berserakkan dikepalamu, menghapus semua noda dalam hatimu, aku disini sayang,, kamu memiliki aku, yang kelak akan menjadi Ibu bagi dirimu dan anak anak kita, menangislah jika kamu ingin menangis, dan Marahlah hanya kepadaku jika kamu ingin marah, aku akan menangkap semua memilah yang tidak baik kemudian aku buang dan mengembalikan yang baik pada dirimu, tariklah nafas lebih dalam, hingga kamu merasakan seluruh sel dalam tubuh kamu penuh dengan udara, mendetoksifikasi segala sesuatunya lalu membuang semua toxsin dalam hembusan nafasmu.

Hidup seperti ini goh, dunia sudah sedemikian rupa. Imajinasi tanpa realistik tidak akan jadi apa apa, dan realistik tanpa imaginasi tingkat tinggi akan membuatnya terlihat biasa biasa saja. Jadi; Mari kita Tantang dunia dengan energi yang kita miliki, aku tau itu tidak mudah, tapi aku juga tau Kita memiliki 1001 cara untuk melakukannya, dan kita terus belajar dari apa yang kita lihat, dari apa yang kita dengar, menyelaraskan semua hingga membentuk sebuah simfoni yang kelak akan kita jadikan dongeng pengantar tidur bagi anak cucu kita.

Jangan lelah sayang,, bendera perang baru saja dikibarkan, dan sangkala baru saja selesai ditiup sebagai petanda bahwa ini sudah dimulai. Wahai Dunia.. bersiaplah karena kami akan mengeser setiap tatanan yang selama ini membumi, mengobrak abrik pion pion kerajaan yang kalian mainkan,
Membungkam gelak yang selama ini menghiasi kalian, aku tak menemanimu bermain pedang sayang.. Tapi aku disini; menyulamkan baju perang untukmu, merawat lukamu ketika kamu tergores, membersihkan ceceran darah ditubuhmu, mendidik keturunanmu, dan tentunya berdo`a agar Tuhan selalu melindungi setiap langkah yang kamu tapakkan, dan mengingatkan kamu ketika kamu berada dalam persimpangan.

Dan pada akhirnya,, ditepi telaga depan rumah, secangkir teh hijau akan menemani kita menyaksikan anak anak kita berlarian kecil dihalaman menanti senja yang indah.

(ibu)

Comments

Anonymous said…
Whow...

Popular posts from this blog

Perang Yang Takkan Pernah Kita Menangkan*

Gelombang sakralisasi Rockefeller meriak , ribuan borjuasi bomber bersembunyi dalam ketiak , apa yang kalian pahami tentang jatah arak?, Diatas meja starbuck dengan ribuan gelak, Apa bedanya dasimu dengan usus para martir perang yang berurai?, Memamah setiap sudut kepekatan belukar, Serta ribuan nyawa, nyawa yang kau tukar dengan setumpuk kelakar atas nama ekonomi liberal, apapun dalihmu, dalih tentang fluktuasi angka dalam papan bursa saham, sama saja dengan lubang pantat retorika warfound ala hitler, mengalih nama dan angka-angka kedalam brangkas George soros hingga teler. Aku tak akan mengenang nama besarmu kecuali kau tertimbun dalam kakus neraka yang sama sekali tak kau kenali, tanpa tanah pemakaman digali, dengan ribuan tonjokkan Muhammad ali, yang tangan dan kakimu terikat dalam tali, dan setelahnya tanpa bisa mengakali. Anjing! Serapah mengayuh dengan ribuan dentuman meriam di Gaza, tank yang kalian ciptakan serupa himbauan jalan ketiga giddens, dengan jatah neraka masing-masin...

selamat tinggal harapan membagi

sekarang rasanya tidak ada yang harus dieja lagi; saatnya mulai mengeja diri, selamat tinggal impian, selamat tinggal harapan membagi, kali ini tak ada lagi bagian kamu, aku mau tinggal dengan seluruh upaya :”hanya untuk diriku sendiri”. untuk si brengsek hidup, aku akan katakan padamu :” aku akan tantang kamu sekali lagi!”; bahkan walau bumi tak berpihak padaku. Diposting ulang 2013~ seasons city, jakarta, 7 juni 2011