Skip to main content

Dalam perang Router

Dalam perang :
Ekspresinya tampak dingin
Ia mengayunkan pedang tanpa suara
Dalam hiruk-pikuk perang bahkan
Tanpa teriakan dan tanpa nafsu membunuh

Dalam waktu perang ia tampak begitu dingin. Ia hanya punya waktu sedikit padahal. Tidak ada waktu lagi untuk bahkan mengerjapkan mata

Dalam perang yang, setiap orang bernafsu untuk merobohkan dan teriakan disetiap mulut. Ia hanya gerakan tanpa suara; sekalipun ia juga berada dalam perang yang itu : hatinya tidak disitu.

Dalam perang yang penuh dengan nafsu menumbangkan; ia bahkan tak ingin menumbangkan siapapun; ia tidak berkonsentrasi disitu : ia hanya punya cinta dalam setiap perburuan musuh-musuhnya.

Dalam perang; ia akan tetap ada untuk dirinya sendiri; sekalipun ribuan orang tumbang karena pedangnya; atau bahkan dia tidak perduli apabila musuh berhasil merobohkannya.

Dalam perang : ia hanya punya cinta : padamu.


24/7/12 - kdi

Comments

Popular posts from this blog

Perang Yang Takkan Pernah Kita Menangkan*

Gelombang sakralisasi Rockefeller meriak , ribuan borjuasi bomber bersembunyi dalam ketiak , apa yang kalian pahami tentang jatah arak?, Diatas meja starbuck dengan ribuan gelak, Apa bedanya dasimu dengan usus para martir perang yang berurai?, Memamah setiap sudut kepekatan belukar, Serta ribuan nyawa, nyawa yang kau tukar dengan setumpuk kelakar atas nama ekonomi liberal, apapun dalihmu, dalih tentang fluktuasi angka dalam papan bursa saham, sama saja dengan lubang pantat retorika warfound ala hitler, mengalih nama dan angka-angka kedalam brangkas George soros hingga teler. Aku tak akan mengenang nama besarmu kecuali kau tertimbun dalam kakus neraka yang sama sekali tak kau kenali, tanpa tanah pemakaman digali, dengan ribuan tonjokkan Muhammad ali, yang tangan dan kakimu terikat dalam tali, dan setelahnya tanpa bisa mengakali. Anjing! Serapah mengayuh dengan ribuan dentuman meriam di Gaza, tank yang kalian ciptakan serupa himbauan jalan ketiga giddens, dengan jatah neraka masing-masin...

selamat tinggal harapan membagi

sekarang rasanya tidak ada yang harus dieja lagi; saatnya mulai mengeja diri, selamat tinggal impian, selamat tinggal harapan membagi, kali ini tak ada lagi bagian kamu, aku mau tinggal dengan seluruh upaya :”hanya untuk diriku sendiri”. untuk si brengsek hidup, aku akan katakan padamu :” aku akan tantang kamu sekali lagi!”; bahkan walau bumi tak berpihak padaku. Diposting ulang 2013~ seasons city, jakarta, 7 juni 2011