Skip to main content

Perhentian itu adalah















Di perhentian, dimana aku menemukanmu dalam gelap
Berjibaku dengan apa yang kutorehkan pada sejarah nafas hidup
Membuatku merasa bahwa hidup ini terlalu indah untuk dilepaskan
Bersamamu, di sudut, dimana kau telah merayu hatiku

Ada alasan kenapa aku menaruh curiga pada senyummu
Yang mengandung serentetan kepekaan kelembutan, dan
Bagaimana bisa aku terus-terusan memujamu seperti ini?
Hatiku pergi, berlari padamu

Saat aku menyentuh nafasmu, jiwaku berkata dengan bahasa yang aneh
: “bersamamu, aku menginginkan lebih banyak roman!”*)
Dan burung-burung gagap hinggap ditangkai yang kokoh
Ia bukan hanya terlelap, tapi berdoa bersamaku

Diperhentian, dan aku selalu merasa berada diperhentian ketika aku memelukmu
Kemudian aku memiliki jalan untuk pulang
Kau teduh, menggauliku dengan kekuatan, dan alasan mengapa jalan sepanjang saat ini. Tentu, jika aku berhenti saat lelah dan puitis, aku hanya ingin berada di perhentian yang kau punya.

kau mengilhami banyak hal padaku
Tentang cara berlari mengejar kereta dengan kecepatan penuh
Tentang bagaimana mengubah pohon menjadi sampan**)
Tentang bagaimana mengubah sampah menjadi emas ***)
Dan tentang bagaimana bernafas, dan tentang naluri

*) men are from mars, Jhn Gray,Ph.D.
**) laut, faisal kamandobat
***) the alchemist, Paulo choelho

Comments

Popular posts from this blog

Perang Yang Takkan Pernah Kita Menangkan*

Gelombang sakralisasi Rockefeller meriak , ribuan borjuasi bomber bersembunyi dalam ketiak , apa yang kalian pahami tentang jatah arak?, Diatas meja starbuck dengan ribuan gelak, Apa bedanya dasimu dengan usus para martir perang yang berurai?, Memamah setiap sudut kepekatan belukar, Serta ribuan nyawa, nyawa yang kau tukar dengan setumpuk kelakar atas nama ekonomi liberal, apapun dalihmu, dalih tentang fluktuasi angka dalam papan bursa saham, sama saja dengan lubang pantat retorika warfound ala hitler, mengalih nama dan angka-angka kedalam brangkas George soros hingga teler. Aku tak akan mengenang nama besarmu kecuali kau tertimbun dalam kakus neraka yang sama sekali tak kau kenali, tanpa tanah pemakaman digali, dengan ribuan tonjokkan Muhammad ali, yang tangan dan kakimu terikat dalam tali, dan setelahnya tanpa bisa mengakali. Anjing! Serapah mengayuh dengan ribuan dentuman meriam di Gaza, tank yang kalian ciptakan serupa himbauan jalan ketiga giddens, dengan jatah neraka masing-masin...

selamat tinggal harapan membagi

sekarang rasanya tidak ada yang harus dieja lagi; saatnya mulai mengeja diri, selamat tinggal impian, selamat tinggal harapan membagi, kali ini tak ada lagi bagian kamu, aku mau tinggal dengan seluruh upaya :”hanya untuk diriku sendiri”. untuk si brengsek hidup, aku akan katakan padamu :” aku akan tantang kamu sekali lagi!”; bahkan walau bumi tak berpihak padaku. Diposting ulang 2013~ seasons city, jakarta, 7 juni 2011