Skip to main content

ibu


 










Dalam sebuah bola dengan hiruk pikuk dunia
Aku tidak lagi sendiri; aku bersamamu yang
berperut sedikit buncit dan jerawat
aku juga bisa melihat caramu mengucap kalimat ‘hai’ untukku
dan merasakan sinar matamu ketika memandangiku

hari indah, mendekat dan selalu mendekatlah
karena aku selalu bisa menyentuh tanganmu, yang
jarinya kehilangan cincin itu

dalam sebuah bola dengan hiruk pikuk dunia
Aku tidak lagi sendiri; aku bersamamu yang
Kelak akan mencipta dunia dengan balon-balon penuh warna
Yang dariku-darimu sama-sama saling membagi, dan jika
Balon hijau meletus; hatiku-hatimu tidak akan merasa kacau

Waktu yang singgah diantara hati, mendekatlah ya mendekatlah
Karena saat cinta; waktu seolah berhenti,
Ini : kesempatan untuk mencium bahu dan keningmu
Seperti gelang dalam sepatu yang diukir oleh kupu-kupu sirama-rama

dalam sebuah bola dengan hiruk pikuk dunia
Aku tidak lagi sendiri; aku bersamamu dimana
aku menemukan rumah untuk pulang;
pada hatimu.



Agusgoh, sukabumi ,mei 2011

Comments

Anonymous said…
Ini jauh lebih romantis dari karya seorang Pujangga, sentuhan kata yang sederhana dan tampak nyata.

Popular posts from this blog

Perang Yang Takkan Pernah Kita Menangkan*

Gelombang sakralisasi Rockefeller meriak , ribuan borjuasi bomber bersembunyi dalam ketiak , apa yang kalian pahami tentang jatah arak?, Diatas meja starbuck dengan ribuan gelak, Apa bedanya dasimu dengan usus para martir perang yang berurai?, Memamah setiap sudut kepekatan belukar, Serta ribuan nyawa, nyawa yang kau tukar dengan setumpuk kelakar atas nama ekonomi liberal, apapun dalihmu, dalih tentang fluktuasi angka dalam papan bursa saham, sama saja dengan lubang pantat retorika warfound ala hitler, mengalih nama dan angka-angka kedalam brangkas George soros hingga teler. Aku tak akan mengenang nama besarmu kecuali kau tertimbun dalam kakus neraka yang sama sekali tak kau kenali, tanpa tanah pemakaman digali, dengan ribuan tonjokkan Muhammad ali, yang tangan dan kakimu terikat dalam tali, dan setelahnya tanpa bisa mengakali. Anjing! Serapah mengayuh dengan ribuan dentuman meriam di Gaza, tank yang kalian ciptakan serupa himbauan jalan ketiga giddens, dengan jatah neraka masing-masin...

selamat tinggal harapan membagi

sekarang rasanya tidak ada yang harus dieja lagi; saatnya mulai mengeja diri, selamat tinggal impian, selamat tinggal harapan membagi, kali ini tak ada lagi bagian kamu, aku mau tinggal dengan seluruh upaya :”hanya untuk diriku sendiri”. untuk si brengsek hidup, aku akan katakan padamu :” aku akan tantang kamu sekali lagi!”; bahkan walau bumi tak berpihak padaku. Diposting ulang 2013~ seasons city, jakarta, 7 juni 2011