Skip to main content

Para Alchemist

Ada para Alchemist dalam bahasa Paulo Coelho; mengubah besi menjadi emas...aku pikir ini sepadan dengan aliran eksistensializmnya Jean Paul Sartre yang mengatakan tentang pentingnya imajinasi, hingga ' psikologi imajinasi'nya mencuat menjadi bahasa yang sulit untuk dipahami, tetapi aku setuju dengan ide itu, bagaimana kemudian kita mempunyai satu ruh bernama imajinasi dalam diri kita. aku berfikir begini, apapun yang dibentuk oleh manusia hingga kemudian menjadi sebuah bangunan anggun, hanyalah sebuah akumulasi realistik dari imajinasi kita yang liar.

para Alchemist dijaman sekarang adalah para enterpreneur masa mendatang, yang lalu mengubah apapun menjadi sesuatu yang banyak dipakai masyarakat, dibutuhkan, dan menjadi bagian penting dari hidup ini...apapun itu, termasuk sampah sekalipun. (2007)

Comments

Popular posts from this blog

Perang Yang Takkan Pernah Kita Menangkan*

Gelombang sakralisasi Rockefeller meriak , ribuan borjuasi bomber bersembunyi dalam ketiak , apa yang kalian pahami tentang jatah arak?, Diatas meja starbuck dengan ribuan gelak, Apa bedanya dasimu dengan usus para martir perang yang berurai?, Memamah setiap sudut kepekatan belukar, Serta ribuan nyawa, nyawa yang kau tukar dengan setumpuk kelakar atas nama ekonomi liberal, apapun dalihmu, dalih tentang fluktuasi angka dalam papan bursa saham, sama saja dengan lubang pantat retorika warfound ala hitler, mengalih nama dan angka-angka kedalam brangkas George soros hingga teler. Aku tak akan mengenang nama besarmu kecuali kau tertimbun dalam kakus neraka yang sama sekali tak kau kenali, tanpa tanah pemakaman digali, dengan ribuan tonjokkan Muhammad ali, yang tangan dan kakimu terikat dalam tali, dan setelahnya tanpa bisa mengakali. Anjing! Serapah mengayuh dengan ribuan dentuman meriam di Gaza, tank yang kalian ciptakan serupa himbauan jalan ketiga giddens, dengan jatah neraka masing-masin...

selamat tinggal harapan membagi

sekarang rasanya tidak ada yang harus dieja lagi; saatnya mulai mengeja diri, selamat tinggal impian, selamat tinggal harapan membagi, kali ini tak ada lagi bagian kamu, aku mau tinggal dengan seluruh upaya :”hanya untuk diriku sendiri”. untuk si brengsek hidup, aku akan katakan padamu :” aku akan tantang kamu sekali lagi!”; bahkan walau bumi tak berpihak padaku. Diposting ulang 2013~ seasons city, jakarta, 7 juni 2011